RESUME PKKMB UNIVERSITAS DAY 2
1. Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Pemateri : Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc, CA
Korupsi adalah kanker yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia merampas hak-hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik. Melawan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum atau pemerintah, tapi tanggung jawab kolektif seluruh rakyat Indonesia. Generasi muda adalah kunci dan harapan terbesar dalam membangun Indonesia yang bebas korupsi.
Integritas adalah fondasi utama perang melawan korupsi. Generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan sejati dalam memerangi korupsi. Integritas bukan hanya pilihan, tapi keharusan. Dengan membangun dan menjunjung tinggi integritas sejak dini, generasi muda dapat membentengi diri dari godaan korupsi dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan.
Tanamkan Integritas dalam Jiwa. Tingkatkan Kesadaran Bahaya Korupsi. Manfaatkan Teknologi untuk Perubahan.
2. Mencetak Mahasiswa UNUSA Sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah
Pemateri : KH Ma'ruf Khozin
Peran Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah :
a. Penjaga Tradisi Keilmuan
Mahasiswa UNUSA dididik untuk memahami dan mengamalkan khasanah keilmuan klasik NU (kitab kuning) dengan pendekatan kontekstual.
b. Agen Moderasi Beragama
Sebagai kader NU, mahasiswa UNUSA diarahkan untuk menjadi pelopor toleransi dan perdamaian:
Menolak radikalisme dan ekstremisme. Membangun dialog antaragama dan budaya. Menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil 'alamin (kasih sayang untuk semesta).
c. Pejuang Kemaslahatan Sosial
Aswaja An-Nahdliyah mengutamakan amar ma'ruf nahi munkar melalui pendekatan yang bijak. Terlibat dalam pemberdayaan masyarakat (ekonomi, pendidikan, kesehatan).
Mengadvokasi isu-isu kemanusiaan (lingkungan, kesetaraan gender, anti-korupsi).
d. Inovator dalam Tradisi
Mahasiswa UNUSA didorong untuk mengadaptasi nilai-nilai Aswaja dalam konteks modern: Mengembangkan teknologi dan startup berbasis nilai Islam. Menyelesaikan masalah kontemporer (seperti hoaks, radikalisme online) dengan perspektif Aswaja. Mempopulerkan budaya lokal (seperti gamelan, wayang) sebagai bagian dari dakwah kebudayaan NU.
3. Perguruan tinggi di era digital dan Revolusi Industri
Pemateri : Pak Ainun Najib
4.0 mengalami transformasi signifikan dalam sistem pembelajaran, kurikulum, dan perannya di masyarakat. Pembelajaran kini lebih fleksibel melalui platform digital seperti e-learning dan MOOC, sementara kurikulum disesuaikan dengan teknologi mutakhir seperti AI, big data, dan IoT. Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga dituntut menguasai soft skills seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Kampus memperkuat infrastruktur digital, menjalin kemitraan global dengan institusi dan industri, serta memanfaatkan learning analytics untuk evaluasi berbasis data. Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, perguruan tinggi juga berfungsi sebagai pusat inovasi, riset terapan, serta inkubator startup, sehingga mampu melahirkan lulusan yang relevan dan kompeten menghadapi dinamika perubahan zaman.
Link : unusa.ac.id
Lihat Punya Teman Saya Juga : Ahmad Fairuz Zaky Ardiansyah
Komentar
Posting Komentar